Jumat, 08 Juni 2018

Antara Mati dan Meninggal


Sebagai seorang konsultan Perencanaan keuangan yang bergerak di bidang ASURANSI, dan bernaung di salah satu Perusahaan ASURANSI terbesar di Indonesia,  saya acapkali menerima pertanyaan yang cukup unik dari beberapa klien kami di berbagai kota.
Pertanyaan itu berbunyi seperti ini "Kenapa sih ASURANSI itu ngomonginya hanya mati dan sakit??

Nah sebagai konsultan keuangan jawaban kami adalah, mari kita telaah lebih jauh pengertian kata mati dan meninggal. Secara seksama kedua kata kata tersebut mengandung arti yang sama, tetapi kalau di telaah lebih jauh sebenarnya ada perbedaan diantara kedua kata tersebut.
Kata Meninggal bisa berarti Meninggalkan isteri, meninggalkan anak, pergi meninggalkan rumah, pergi meninggalkan pesan dan akan kembali lagi.
Jadi kata meninggal belum tentu mengandung pengertian mati.

Nah coba kita lihat kata Mati.
Hewan peliharaanya Mati, yang bersangkutan telah mati, perasaanya mati. Mati disini mengandung makna sudah tidak bernyawa dan tidak bisa kembali lagi.

Maka ASURANSI itu sangat penting, karena ketika hidup  ASURANSI berperan vital dalam melindungi seseorang dari resiko kebangkrutan ekonomi karena resiko hidup baik karena sakit maupun kecelakaan yang menimpa seseorang atau keluarga tercinta.
Dan ASURANSI memberikan peran yang vital dalam menjaga kelangsungan hidup keluarga pasca Matinya seorang pencari nafkah. Ada dana warisan yang bisa digunakakan oleh ahli waris sehingga kualitas kehidupan keluarga yang ditinggalkan tetep terjaga dan tidak tercerai berai.
Oleh karena itu sebelum kita Mati, mari persiapkan diri kita dengan amal ibadah yang baik untuk bekal di akherat nanti dan mari berasuransi untuk kepentingan diri kita dan keluarga tercinta kita, selama kita masih hidup di Alam dunia.

Semoga bermanfaat, salam sehat sejahtera selalu untuk kita semua, semoga Tuhan selalu memberikan segala kemudahan dan keberkahan untuk kita semua.

Salam SUKSES.

 by Dedit Kurnianta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar