Senin, 15 Mei 2017
SATPAM CANTIK ITU BERNAMA DEWI PRUDENT
Pak Sunyoto, pedagang tembakau di wilayah Boyolangu, Tulungagung tidak tertarik dengan asuransi, “Wah, itu kan jadi nambah pos biaya saya mas. Saya sebulan aja mbayari karyawan lebih dari 25 juta. Kalau ketambahan asuransi lagi.., wah ndak deh mas, susah saya ngaturnya.” demikian beliau berkilah.
Saya coba menjelaskan bahwa asuransi itu bukan biaya, tetapi investasi. “Ya kan saya keluar mas duitnya. Biaya itu. Lagian manfaatnya apa kalau saya tidak sakit? Rugi kan saya.”
Wah alot nih. “Oke deh Pak.. saya menghargai pemikiran bapak. Kalau boleh saya bertanya, Pak Satpam yang jaga gudang Bapak itu gajinya berapa pak?”
“2 juta per orang, ada 2 orang.”
“Wah berarti 4 juta ya Pak. Trus menurut bapak apa manfaatnya memperkerjakan satpam buat bisnis Bapak?”
“Ya kan satpam tugasnya mengamankan. Menjaga supaya tidak ada maling.”
“Trus seandainya, amit-amit ndak minta.. terjadi kemalingan bener, apa Pak Satpam wajib mengganti barang yang hilang.”
“Ya kalau bukan dia yang mencuri, saya ya gk akan minta dia ganti rugi dong, kasian.”
“Hmm gitu ya Pak, tentunya selama ini kan aman-aman saja ya Pak. Tidak pernah terjadi kemalingan.”
“Alhamdulillah, selama ini aman saja mas.”
“Menurut Bapak rugi tidak menggaji satpam padahal kondisi aman-aman saja seperti selama ini.”
“Ya nggak lah, saya kan merasa aman. Bisnis saya aman dari kemungkinan kemalingan.”
Ini dia..
“Pak, mau gak nambah 1 orang satpam lagi.. dimana satpam ini fungsinya sama, mengamankan bisnis Bapak dari kemungkinan ‘kemalingan’ (dalam tanda petik). Dan bahkan, satpam ini siap mengganti harta bapak jika sampai terjadi kemalingan tersebut?”
“Wah ya mana ada satpam yang mau ngganti spt itu mas, dan kalaupun ada, pst gajinya gede.”
“Ndak Pak, gajinya sama.. 2 juta per bulan. Dan satpam ini wujudnya bukan manusia Pak, tapi Polis Asuransi. Persis seperti satpam gudang Bapak, dia mengamankan harta bapak dari potensi kecurian akibat sakit. Bisa sakit biasa ataupun sakit kondisi kritis spt stroke, kanker, dll. Artinya, jika itu terjadi satpam ini siap mengganti uang bapak yang hilang krn terpakai untuk pengobatan.”
“Hmm….” sambil tangannya mengusap-usap dagu.
(bersambung...)
Hati hati dengan PUJIAN, inilah Penghipnotis terkuat
Hati hati dengan PUJIAN, inilah Penghipnotis terkuat :
- Eh Kue bikinan kamu enak banget, akhirnya inilah yang mensugesti seseorang membuat kue dan akhirnya jadi penjual kue.
- eh jahitan kamu enak banget dipakai, akhirnya inilah kekuatan Anda untuk menjadi Penjahit.
- eh kamu kamu Tu sabar banget ya kalau ngajari anak anak, dan inilah yang menjadi keyakinan seseorang akhirnya menjadi guru.
Begitu juga dengan kalimat negatif juga sangat berbahaya untuk membunuh impian Anda.
- kamu itu ndak bakat bisnis, akhirnya inilah awal orang meninggalkan dunia bisnis dan menjadi karyawan
- kamu itu orangnya keras kepala, ndak pantes menjadi guru, dan inilah akhir perjalanan seseorang menjadi guru.
Dan masih banyak lagi.
Karena nya, HATI HATI memilih teman.
Bertemanlah dengan orang yang Anda ingin men support Anda menjadi seperti "SESUATU YANG ANDA IMPIKAN".
Ketika Anda benar ingin sukses berbisnis, kumpul lah dengan pebisnis karena mereka akan mengingatkan Anda untuk terus yakin menjadi pebisnis yang sukses.
Ketika Anda yakin akan menjadi karyawan seumur hidup, maka jauhi pebisnis karena karyawan dan pebisnis memiliki CARA BERPIKRI JAUH BEDA.
Tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah, semua kembali kepada diri masing masing.
Hati hati memilih Teman, karena mereka yang akan mensugesti Anda menjadi SESUATU.
- Eh Kue bikinan kamu enak banget, akhirnya inilah yang mensugesti seseorang membuat kue dan akhirnya jadi penjual kue.
- eh jahitan kamu enak banget dipakai, akhirnya inilah kekuatan Anda untuk menjadi Penjahit.
- eh kamu kamu Tu sabar banget ya kalau ngajari anak anak, dan inilah yang menjadi keyakinan seseorang akhirnya menjadi guru.
Begitu juga dengan kalimat negatif juga sangat berbahaya untuk membunuh impian Anda.
- kamu itu ndak bakat bisnis, akhirnya inilah awal orang meninggalkan dunia bisnis dan menjadi karyawan
- kamu itu orangnya keras kepala, ndak pantes menjadi guru, dan inilah akhir perjalanan seseorang menjadi guru.
Dan masih banyak lagi.
Karena nya, HATI HATI memilih teman.
Bertemanlah dengan orang yang Anda ingin men support Anda menjadi seperti "SESUATU YANG ANDA IMPIKAN".
Ketika Anda benar ingin sukses berbisnis, kumpul lah dengan pebisnis karena mereka akan mengingatkan Anda untuk terus yakin menjadi pebisnis yang sukses.
Ketika Anda yakin akan menjadi karyawan seumur hidup, maka jauhi pebisnis karena karyawan dan pebisnis memiliki CARA BERPIKRI JAUH BEDA.
Tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah, semua kembali kepada diri masing masing.
Hati hati memilih Teman, karena mereka yang akan mensugesti Anda menjadi SESUATU.
Langganan:
Postingan (Atom)